Ribut Soal Listrik Pintar Eks Suami Istri Terbakar

SAAT masih suami istri ribut melulu, setelah bercerai masih ribut juga, itulah eks pasangan Khumaidi, 52, dengan Zahrida, 52, dari Lebak. Hanya beda selera soal listrik pintar, mereka berantem di rumah yang sudah dibagi dua. Saking emosinya Zahrida, Khumaidi yang baru merokok dilempar tiner, ya terbakar dua-duanyalah.

Rumahtangga tanpa momongan sangat rawan perceraian, sebab tak ada anak sebagai pengikat perkawinan. Dan ketika perceraian itu benar-benar terjadi, dalam Islam harta gono-gini harus dibagi sama rata sesuai dengan KHI (Kompilasi Hukum Islam) pada Peradilan Agama (pasal 97). Celakanya, di era gombalisasi ini ada lho orang yang sengaja mengawini artis kaya dengan motif untuk mencari harta gono-gini.

Khumaidi warga Kalanganyar, Kabupaten Lebak (Banten) bukanlah artis, begitu pula istrinya, Zahrida. Mereka bercerai karena asli memang tak ada kecocokan, jadi bukan karena salah satu mengincar harta gono-gini tersebut. Kenapa tidak cocok, biasalah…..setiap hari suami istri ini hampir tiada hari tanpa ribut melulu.

Yang bikin Zahrida tak tahan, selain aktif di mulut Khumaidi ini juga sangat aktif di tangan. Mulut nyerocos, tangan main jotos. Yang jadi masalah macam-macam, ya soal ekonomi, ya masalah perilaku yang tidak berkenan. Capek lantaran tiada hari tanpa cekcok macam iklan teh gendul, Zahrida memilih bercerai saja.

Alhamdulillah Pengadilan Agama mengabulkan, dan konsekuensinya sebagaimana hukum Islam, harta gono-gini pun dibagi sama rata. Tapi hartanya yang masih ada nilainya hanya rumah belaka. Ya sudah, rumah itulah yang disekat menjadi dua. Sebelah barat untuk Zahrida, dan sebelah timur untuk Khumaidi.

Lalu bagaimana dengan listriknya, ini yang menciptakan persoalan baru. Sebab meski listrik dipakai bersama, tapi tak ada nota kesepahaman dengan sistim apa listrik itu dipasok. Selama ini pakai meteran biasa. Tapi setelah bercerai di mana rejekinya tidak menjadi ajeg, Zahrida ingin model Token saja. Maksudnya, bila pas tidak punya uang ya tak usah pakai listrik. Itulah listrik pintar, listrik nyala hanya ketika butuh.

Tapi Khumaidi memilih model meteran lama. Sebab listrik model Token itu bisa bikin malu pelanggan berikut jajarannya. Bagaimana tidak, jika pulsa habis dia teriak melulu: tit tit tit…… Bikin malu kan, karena tetangga jati tahu bahwa pemilik listrik baru bokek kantongnya sehingga teriak tit tit tit melulu. Tapi begitu diisi barang Rp 20.000,- atau Rp 50.000,- langsung diem mirip oknum DPRD yang vokal tapi setelah ada transveran dana dari bupati langsung setuju saja.

Begitulah, bekas suami istri ini beda pilihan antara meteran dan Token jadi mirip beda dukungan antara Capres 01 dan 02. Yang terjadi belum lama ini, cekcok mereka sampai puncaknya ketika Zahrida menyiramkan tiner ke tubuh bekas suaminya. Padahal kala itu Khumaidi sedang klepas-klepus merokok. Otomatis bell….., baik Zahrida maupun Khumaidi sama-sama terbakar di bagian lengannya. Keduanya dirawat di rumah sakit di Rangkasbitung.
Bukan suami istri masih kompak, kompak dimakan api. (SN.Com/Gunarso TS)