446 Pedagang Tempati Skybridge Tanah Abang

JAKARTA – Undian bagi 446 pedagang yang akan menempati Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM), Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) telah selesai. Rencananya Senin (15/10/2018) akan dilakukan soft launching penempatan untuk 100 pedagang dan pemanfaatan skybridge.

“Senin (15/10) kami berencana melakukan soft launching penempatan 100 pedagang dan pemanfaatan JPM,” jelas Walikota Jakpus, Bayu Meghantara didampingi Wakil Walikota, Irwandi di Kantor Kelurahan Cideng, Gambir, usai memonitor pelaksanaan pengundian bagi 113 pedagang di Jl Jatibaru Bengkel untuk menempati JPM, Sabtu (13/10). Hadir Camat Gambir, Fauzi, Kasi UKM Dinas KUKMP DKI, Igan dan Lurah Cideng, Faozi.

Guna pelaksanaan soft launching tersebut, telah dilakukan koordinasi dengan pihak PD Sarana Jaya mengenai kesiapan di lokasi khususnya JPM. Baik mengenai tangga, pintu keluar bagi pengunjung, lokasi penempatan pedagang dan lain-lain. “Jadi Senin (15/10) rencananya baru soft launchingnya, sedangkan peresmiannya akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2018 mendatang,” ujar Bayu.

BERJALAN LANCAR

Sementara itu, pelaksanaan undian untuk menentukan 20 pedagang dari total 113 orang di Jalan Jatibaru Bengkel yang akan ditempatkan di JPM berjalan lancar dan kondusif, para pedagang tidak keberatan dan senang mendapatkan tempat. “Alhamdulillah, senang karena dapat tempat dan tidak lagi jualan di trotoar dan tidak was-was diusir tramtib,” ucap Anisya, satu pedagang.

Wakil Walikota Jakpus, Irwandi menambahkan pengundian dilakukan terhadap 650 pedagang sesuai yang direkomendasikan Ombudsman. Undian dilaksanakan selama tiga kali, untuk mendapatkan 446 pedagang yang akan menempati JPM atau skybridge. “Pengundian sudah selesai dan sudah didapatkan 446 pedagang, sedangkan sisanya 204 pedagang akan ditempatkan di Blok F,” jelasnya.

Ditambahkan, nantinya 446 pedagang yang menempati JPM akan dikenai retribusi atau servis charge sebesar Rp 500 ribu/bulan atau Rp 16 ribu/hari oleh pihak pengelola PD Sarana Jaya. Retribusi tersebut digunakan untuk kebersihan, keamanan dan lampu atau listrik. “Selama 3 bulan tidak dikenakan retribusi atau gratis, baru Januari 2019 dikenakan retribusi,” ujar Irwandi. (tarta/b)