Empat Petugas BNN Gadungan Ditangkap Tim Vivers Polres Tangerang

TANGSEL – Empat petugas Badan Narkotika  Nasional (BNN) Pusat gadungan atau palsu dan salah satunya mengaku  berpangkat  Ajun Komisaris besar Polisi (AKBP) berhasil diringkus jajaran tim vipers Polres  Tangerang Selatan (Tangsel) usai memeras  puluhan juta kepada korban, yang diantaranya warga negara asing (WNA) Jerman.

Komplotan petugas BNN palsu ini juga memeras sejumlah toko kosmetik dan toko obat.  “Kami berhasil meringkus MR, 27, AY, 28, TA, 30, dan AE, 32, semuanya warga Tangerang dan Tangsel. Mereka berhasil dibekuk jajaran Tim Vipers Polres Tangsel setelah ada tiga laporan dari korban aksi pemerasan yang dilakukan pelaku,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat  Reskrim Polres setempat AKP Alexander Yurikho dan Kasie Pemberantasan BNN Tangsel, Kompol Sidabutra, Senin (15/10/2018).

Para pelaku telah melakukan aksinya sejak April 2018 di wilayah Kota Tangsel dan sekitarnya dengan modus berpura-pura sebagai anggota BNN Pusat yang dipimpin Muhammad Rasyid (MR) yang mengaku berpangkat AKBP berikut foto kopy surat pengeledahan maupun penangkapan yang diduga palsu.

Ke empat pelaku berhasil dibekuk jajaran tim vipers Polres Tangsel di daerah Pondok Cabe Udik, Kec. Pamulang tanpa perlawanan.

Mereka beraksi dengan cara mendatangi korban yang kemudian dituduh telah  menjual atau menggunakan narkotika. Korban kemudian diajak masuk ke dalam
mobil yang sebelumnya tangan korban sudah diborgol dan matanya ditutup  plester atau lakban. Bahkan korban juga mendapatkan perlakukan kekerasan
pukulan serta tendangan.

“Pelaku kemudian menyuruh korban untuk menunjukan tempat jualan atau kios kosmetik mapun toko obat setelah itu melakukan pengeledahan dan mengambil barang-barang yang ada di toko temasuk menguras isi uang dikasir,” tutur AKBP Ferdy Irawan.

Ia  menambahkan untuk korban Petra, WNA asal Jerman,  setelah dibawa keliling dengan mobil oleh pelaku kemudian meminta keluarga korban untuk menebus dengan sejumlah uang. Jika tidak kasusnya akan dilanjutkan ke proses hukum atau dipenjara.

Namun, lanjutnya, ternyata istri korban menyanggupi untuk membayar tebusan  yang diminta pelaku sebesar Rp 7 juta kemudian korban dilepaskan dan
ditinggal dipinggir jalan.  AKP Alexander Yurikho menambahkan  dari pengakuan para pelaku, ternyata pelaku bukan empat orang tapi  berenam yang dua orang masih buron yaitu Sendi dan Reza.

“Ke duanya kini masih dalam pengejaran tim vipers Polres Tangsel,” tuturnya.

Para pelaku ternyata tidak meiliki pekerjaan alias  pengangguran. Kini ke empat pelaku telah ditahan dan dimintai keterangan di  Polres Tangsel. (anton/tri)