Jadi Kurir Narkoba, Dua Anggota TNI Ditangkap BNN

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap empat kasus penyelundupan sabu asal Malaysia yang akan dibawa masuk di Indonesia. Ada 17 tersangka yang dua diantaranya merupakan oknum anggota TNI ditangkap petugas bersama barang bukti 14,5 kilogram sabu dan 65 ribu butir ekstasi.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, pengungkapan berawal dari informasi ada penyelundupan sabu . Ada empat titik lokasi yang didapat petugas atas upaya memasukan barang haram itu. “Empat titik itu di Cilegon, Jakarta, Merak dan Tarakan. Makanya kami sebar semua petugas,” katanya, Senin (15/10).

Untuk kasus di Cilegon, kata Arman, pihaknya mengamankan dua oknum anggota TNI yang bertugas sebagai kurir. Dimana kedua anggota dari Kodam 1 Bukit Barisan, kedapatan membawa masuk ekstasi 65 ribu butir. “Kedua oknum itu Kopda ED, dan Praka RD, ditangkap di agen bus ALS di Cilegon,” ujarnya.

Penangkapan itu, kata Arman, merupakan hasil operasi BNN dari pertengahan September hingga Oktober 2018. Dimana pihaknya bekerja sama dengan TNI dalam menangkap kedua tersangka. “Kini keduanya menjalani pemeriksaan di POM TNI,” terangnya.

Arman juga menyebut, kedua oknum anggota TNI itu, dalam upaya membawa masuk ribuan butir ekstasi selama ini dikendalikan narapidana di Lapas Salemba bernama Me’eng. Petugas pun, saat ini juga sudah menjemput napi tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Napi itu sudah kami bawa ke kantor BNN pusat untuk pemeriksaan mendalam,” sambung Arman.

PENANGKAPAN DI MEDAN

Selanjutnya, kata Arman, di Medan, Sumatera Utara BNN meringkus penumpang becak motor. Dari tangan pelaku diamankan 2 kilogram sabu yang disimpan di bawah jok. “Satu pelaku kami amankan dalam penangkapan yang berlangsung di keramaian itu,” ungkap jenderal bintang dua ini.

Selanjutnya, sambung Arman, penangkapan dilakukan petugas di Tarakan, Kalimantan Timur, tepatnya di pinggir pantai. Kala itu kapal kecil yang baru sandar dari tengah laut membawa sabu seberat 12,5 dari Malaysia. “Kapal kecil itu baru saja mengambil sabu dari tengah laut dan langsung disergap petugas,” terang mantan Kapolda Kepulauan Riau.

Arman menambahkan, total dari penangkapan yang dilakukan petugasnya, 17 orang diamankan termasuk dua oknum anggota TNI. Meski begitu, ia belum merinci apa saja peran para pelaku dalam menyelundupkan sabu. “Pemeriksaan mendalam masih terus kami lakukan, laporan berikutnya akan kami sampaikan lagi,” ujar Arman. (Ifand/b)