Muslih dari Jualan Bakso Sukses jadi Bos Sayuran

MENJADI sukses adalah hak setiap orang. Tergantung sejauh mana kita berusaha. Tidak terkecuali bagi seorang pedagang bakso keliling, Muslih, 57 yang kini telah menjadi bos sayuran di Pasar PSPT, Tebet, Jakarta Selatan.

Merantau dari tanah kelahirannya di Semarang, Jawa Tengah, pada 37 tahun silam, Muslih, memulai ‘pelariannya’ menjadi pegawai kedai soto di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Pendapatan yang diperolehnya dari bekerja sebagai pelayan ia kumpulkan sedikit demi sedikit untuk modal usaha.

“Dulu saya datang ke Jakarta bekerja sebagai pelayan di salah satu rumah makan soto di Tebet. Selama bekerja saya kumpulin uang dan akhirnya saya bisa buka usaha sendiri jualan bakso keliling, “kata bapak tiga anak itu.

Jalan puluhan kilometer Muslih selusuri untuk menjual dagangannya. Berbagai rintangan ia lalui selama berjualan bakso. Salah satunya aksi preman yang kerap meminta dagangannya tanpa membayar.

Meski begitu ia mengaku ikhlas dan tetap berusaha tanpa ada rasa putus asa. Bahkan berkat kesabarannya itulah ia mendapat pangkalan di sekitar Pasar PSPT.

Bertahun-tahun ia jalan hidup sebagai tukang bakso. Interaksi dengan sesama pedagang di pasar itu membuat Muslih banyak belajar untuk berjualan sayuran. Sampai suatu ketika Muslih terpikir untuk mengalihkan usahanya menjual sayuran.

BERANI BERSPEKULASI

Muslih yang tinggal di Tebet Dalam inipun berspekulasi dengan membeli kios sayur di Pasar PSPT. Pelan tapi pasti, keuntungan usaha berjualan sayuran mulai dirasakan.

Dari satu kios ia mulai mengembangkan usahanya dengan menambah lapak jualannya. Demikian berkembang, saat ini Muslih telah memiliki 20 lapak sayuran di Pasar PSPT.

“Alhamdulillah dari hasil jualan sayur ini, dirinya dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga sarjana. Selain itu dirinya juga dapat membeli beberapa rumah kontrakan,” ungkapnya.

Termasuk berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji bersama istri.(wandi/ruh)