FA Dakwa Mourinho Terancam Tidak Bisa Dampingi MU

INGGRIS– Federasi Sepakbola Inggris (FA) akhirnya mendakwa Jose Mourinho. Pelatih Manchester United ini bisa terancam tidak bisa mendampingi Man United pada laga berikutnya.

Pelatih asal Portugal ini diduga mengucapkan kata-kata yang tidak pantas di depan kamera televisi ketika akan masuk ruang ganti usai MU menang dramatis atas Newcastle 3-2 tanggal 6 Oktober 2018.

Seperti diketahui setelah tertinggal 0-2, secara mengejutkan Setan Merah mampu membalikkan keadaan menjadi menang 3-2. Ketika tertinggal 0-2, Mourinho tampak kecewa dan marah di pinggir lapangan.

Pasalnya jika MU kalah, nasib Mourinho memang di ujung tanduk. Oleh karena itulah ketika Manchester United mampu berbalik unggul tampak Mourinho melampiaskan kegembirannya.

Namun ketika dia mau masuk ke kamar ganti, terdengar komentar kasar keluar dari mulut pria berjuluk special one itu. Ia terekam mengucapkan kalimat kasar dalam bahasa Portugis saat meninggalkan lapangan Old Trafford.

Mourinho pun diselidiki oleh FA dan akhirnya pria 55 tahun ini didakwa. “Bahasa yang diucapkannya selepas laga, sebagaimana terekam di televisi, diduga merupakan kata-kata kasar dan/atau menghina dan/atau tidak pantas. Dia punya waktu sampai 19 Oktober 2018 pukul 6 malam untuk merespons dakwaan ini,” demikin bunyi pernyataan resmi dari FA.

Jika terbukti bersalah, Mourinho berpotensi tidak bisa mendampingi timnya dalam sejumlah pertandingan.

Ia bisa berkaca pada kasus serupa yang menimpa Wayne Rooney pada 2011 silam. Kala itu, Rooney diskors dua laga karena mengucapkan kata-kata kasar di depan kamera televisi saat mencetak hat-trick dalam kemenangan 4-2 atas West Ham United.

Sebelumnya pada musim pertamanya di United, Mou pernah dua kali dihukum FA karena menghina wasit, yakni berupa larangan mendampingi tim dan denda uang.(B)