PMKS Diancam Satpol PP Depok Tidak Berkeliaran di Jalan Utama

DEPOK – Belasan pengamen jalanan, pedagang asongan dan pengemis yang tertangkap jajaran Satpol PP Depok, diultimatum agar tidak beroperasi  lagi di Jalan raya Margonda, Jl. Raya Arif Rahman Hakim, Jl. rayaTole Iskandar, Jl. Raya Nusantara dan Jl. Raya Dewi Sartika serta pertigaan Jl. Raya Juanda.

“Kami  minta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tersebut  tidak lagi beroperasi di pertigaan jalan serta jalan utama di kawasan Kota Depok karena menganggu ketertiban dan keamanan,”

kata Kepala  Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto didampingi Kabid Transtibum Kusumo dan Kasie Agus S, Kamis (18/10/2018).

PMKS yang dirazia dari pagi hingga malam hari  itu dikumpulkan oleh petugas Satpol PP dan diberikan arahan agar tidak lagi melakukan aksi di sejumlah ruas jalan utama yang ada di Kota Depok.

“Jika masih bandel dan tertangkap lagi, akan  dikirim ke panti sosial Jakarta Timur atau Kedoya, Jakarta Barat,” ujarnya.

Mereka yang terjaring 18 orang pengamen jalanan, satu pedagang asongan dan tiga orang pengemis jalanan.

Kegiatan razia PMKS memang rutin dilakukan, lanjutnya, karena  banyak keluhan dari masyarakat atau pemakai kendaraan .

Nardi, pengamen jalanan, mengaku tidak pernah mengganggu pemakai kendaraan atau lainnya di jalan utama. “Kami hanya mencari nafkah saat kendaraan berhenti di lampu merah saja dan tidak memaksa. Kalau dikasih syukur tidak juga tidak mengapa,” ujarnya yang ditangkap di pertigaan Jl. Raya Juanda dan Jl. Raya Margonda. (anton/tri)