Perusahaan Tambang Kembangkan Potensi Kewirausahaan Masyarakat

Sumbawa Barat: PT Amman Mineral Nusa Tenggara mengembangkan kegiatan kewirausahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Sejak dua tahun terakhir, pendekatan program pengembangan masyarakat sebagai bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan tidak lagi berupa donasi dan voluntir tetapi menjadi program penciptaan manfaat bersama,” kata Head of Corporate Communications PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Anita Avianty saat kunjungan media di tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dikutip dari Antara, Minggu, 18 November 2018.

Dalam waktu dua tahun implementasinya, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Amman Mineral berhasil mengembangkan 15 jenis komoditas usaha mulai dari agribisnis, pemberdayaan usaha mikro dan kecil hingga revitalisasi pantai sebagai kawasan destinasi wisata.

Anita mengatakan paradigma baru dalam program pengembangan masyarakat tersebut bertujuan untuk membangun masyarakat agar memiliki kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut dia, program tersebut saat ini telah berhasil mengembangkan 15 jenis komoditas usaha seperti peternakan ayam petelur, budidaya lebah trigona, ikan lele, udang vanamei dan rumput laut. Kemudian pemberdayaan UMK seperti gula aren, mie jagung, minyak lala hingga revitalisasi Pantai Jelenga sebagai kawasan tujuan wisata.

Untuk pemenuhan kebutuhan modal usaha kecil, juga telah dikembangkan lembaga keuangan non- bank dalam bentuk Koperasi. Hingga saat ini PPM Amman Mineral telah diimplementasikan di 20 Desa dan melibatkan 22 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan total penerima manfaat kurang lebih 304 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Tambang Batu Hijau dan sekitarnya.

Manajer Pengembangan Masyarakat Amman Mineral Bambang Triharyono mengatakan pihaknya mendukung upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Apalagi kegiatan penambangan tidak akan terus menerus karena ada batas usia produksi sesuai dengan cadangan tambang.

“Karena itu, kami fokus pada bagaimana mengupayakan agar masyarakat di sekitar tambang memiliki kemampuan dalam kegiatan ekonomi. Di situ kami support,” katanya.

Bambang juga menegaskan untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat sekitar tambang, Amman Mineral bermitra dengan Balai Latihan Kerja Kabupaten Sumbawa Barat, Balai Besar Pengembangan Latikan Kerja Bandung dan Bekasi dan penyedia pelatihan regional untuk melakukan berbagai program pelatihan seperti pelatihan mengemudi, pengelasan, pelatihan sebagai penjaga keamanan dan juga pelatihan dibidang Informasi Tehnologi (IT).

“Jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pelatihan ini sebanyak 49 orang,” ujarnya.

Amman Mineral adalah perusahaan tambang Indonesia yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat. Tambang Batu Hijau adalah tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.

Pemegang saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah PT Amman Mineral Internasional (82,2 persen) dan PT Pukuafu Indah (17,8 persen). PT Amman Mineral Internasional adalah perusahaan Indonesia yang pemegang sahamnya terdiri dari PT AP Investment (50 persen) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (50 persen).

(SAW)